Perguruan Karate beraliran Shotokan di Indonesia yaitu INKANAS (Institut Karate-Do Nasional) akan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional tahunan yang akan dilaksanakan di Swissbel-residence Kalibata pada tanggal 15-16 February 2020.
Kegiatan ini ternyata mendapat perhatian dunia International dari Perguruan Karate Shotokan di Jepang yang memiliki Juara Dunia terbanyak dan penyumbang Atlet Nasional terbanyak di Timnas Jepang yaitu perguruan Japan Karate Shotorenmei (JKS).
Perguruan Karate yang dipimpin oleh mantan Kapolri Bpk Jendral Pol (Purn) Badrodin Haiti ini merupakan perguruan Karate yang paling Aktif di kancah International. Selain sebelumnya telah menyelenggarakan Kejuaraan International dan Seminar International yang diikuti lebih dari 20 Karate-Ka Jepang dan ribuan peserta, perguruan Karate ini juga secara rutin mengirimkan atletnya ke pertandingan tingkat International seperti di Hanoi, Shanghai dan Dubai.
Selain mengikuti pertandingan, melalui hubungan afiliasi yang baik dengan JKS maka INKANAS juga kerap kali anggotanya mengikuti latihan di Jepang. Wakil Ketua Bidang Luar Negeri PB INKANAS, Ricky Muchtar, mengiyakan dan mengatakan juga bahwa tidak sedikit Karate-Ka INKANAS baik melalui penugasan maupun atas inisiatif sendiri berkunjung ke Jepang untuk mendapatkan kesempatan berlatih langsung di Honbu Dojo JKS di Jepang dibawah pimpinan Shuseki Shihan Masao Kagawa.
Hal itulah yang menarik perhatian Penasehat dari pimpinan JKS yaitu Mr. Chiharu Miyata untuk turut dapat hadir pada Rakernas INKANAS 2020 yang memiliki tema SDM MAJU, INKANAS EMAS. Miyata San juga akan melakukan pertemuan dengan petinggi-petinggi INKANAS seperti Bpk Jendral Pol (Purn) Badrodin Haiti, Bpk Komjen Pol (Purn) Condro Kirono, Bpk Irjen Pol Sam Budigusdian, Shihan Ellong Tjandra dan beberapa tokoh Senior Karate INKANAS lainnya untuk membicarakan kerjasama dan kegiatan besar lainnya yang salah satunya adalah Seminar International yang akan dilaksanakan pada tanggal 4-6 Desember 2020 di Jakarta.
Namun informasi terakhir, Mr. Chiharu Miyata berhalangan untuk hadir dikarenakan istrinya akan menjalani operasi, untuk itu beliau meminta agar perwakilan INKANAS Ada yang dapat berangkat ke Jepang pada Seminar International yang berlangsung pada 25-29 Maret 2020 tersebut.














